Selasa, 07 Juni 2016

hal yang tak akan dilakukan oleh seorang ayah yang baik



Sebandel dan seburuk apapun seorang laki-laki, pasti dia ingin menjadi seorang ayah yang baik. Ustadz solmed yang baik pun harus belajar baik sebagai ayah ,begitupula juga dengan ayah yang bukan ustadz perlu belajar. Termasuk Anda, pasti Anda haus dengan tips dan trik, serta bagaimana caranya menjadi seorang ayah yang baik.

Karena memang salah satu penyesalan yang paling menyakitkan, yang notabene tak sedikit orang menyesalinya, adalah ketika sudah tua, baru sadar ternyata Anda gagal menjadi ayah yang baik.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Haruslah Anda ketahui apa saja tanda-tanda seorang ayah yang baik. Nah, berikut ini, adalah hal yang tak akan dilakukan oleh seorang ayah yang baik, kepada anak-anaknya.


1. Ayah yang Baik Tidak Akan Memberikan Contoh yang Buruk
Banyak sang ayah yang menasehati anaknya supaya sopan, baik, jangan nakal, jangan berperilaku kasar dan berkata-kata kasar. Namun, ternyata, ia sendiri pun malah berperilaku kasar dan berkata kasar ketika lagi menyetir mobil, sekiranya ada orang yang menjengkelkan di jalan. Bahkan kadang ia berkata kasar kepada istrinya.
Si ayah lupa bahwa anak-anak itu cenderung mengikuti apa yang ia contohkan, daripada apa yang ia nasehatkan.

2. Ayah yang Baik Tidak Akan Sering Memukul Anaknya
Salah satu yang menjadi penyebab gagal seseorang menjadi ayah yang baik, adalah karena tidak mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada anaknya, kemudian ia menggunakan kekerasan, tujuannya supaya anaknya agar paham akan sesuatu.
Padahal, itu adalah cara yang keliru. Suatu informasi, tidak akan langgeng di kepala, apabila disampaikan dengan kekerasan, bukan dengan pemahaman dan kesadaran akal, apalagi bila ingin diantaran kepada seorang anak.
Akibatnya, si anak hanya akan mengamalkan suatu informasi itu bila ada ancaman, namun ia tidak akan mengamalkannya, bila tidak ada ancaman. Intinya, tidak terbangunnya kesadaran.

3. Ayah yang Baik Tidak Akan Pelit Waktu dengan Anak-Anaknya
Anak-anak kita sangat mengharapkan akan kehadiran kita, ayahnya, hampir di setiap waktu. Sayangnya, ada beberapa ayah yang tipe workaholic, yaitu yang pergi kerja di pagi hari ketika anaknya belum bangun bobok, dan pulang kerja di malam hari ketika anaknya sudah bobok.
Bahayanya, sekiranya sang ayah jarang menghabiskan waktu bersama anaknya, jangan heran bila sang anak bakal menjadi orang yang lebih mendengar apa kata temannya, daripada kata ayahnya.
Sementara ada ayah lain yang kerap bermain-main bersama anaknya, makan bareng anaknya, menghabiskan waktu dan bersenang-senang dengan anaknya. Tak heran, di kemudian hari ia menjadi loyal terhadap ayahnya. Laksana bersahabat.

4. Ayah yang Baik Tidak Akan Lupa pada Apa-Apa yang ada pada Anaknya
Yah, jangan sampai Anda menjadi ayah yang tidak tahu apa makanan favorit anaknya, apa hobinya, kapan tanggal lahirnya, apa agenda bersama nanti, dan perihal lainnya yang ada pada anak.
Bila Anda sering lupa akan apa-apa yang ada pada anak Anda, terutama pada hal yang baginya itu sangat berharga, penting, dan menyenenangkan, maka ia akan kecewa dengan Anda. Kemudian ia menjadi males lapor apa-apa kepada Anda.


5. Ayah yang Baik Tidak Akan Lupa untuk Mengapresiasi Pekerjaan Anaknya
Kerap pilu juga rasanya ketika misalnya sang anak dapat nilai bagus pada suatu ujian mata pelajarannya di Sekolah, kemudian menunjukkannya kepada orang tuanya, namun orang tuanya malah bilang, “Halah, baru dapaet nilai 80 aja udah bangga. Yang lain pasti dapet nilai 90 kan? Yang lain pasti dapet nilai 100 kan?”



Dan masih banyak contoh tiadanya apresiasi kepada sang anak. Seperti misalnya ketika sang anak membuat Rumah menjadi kotor dan berantakan, anaknya dimarahin. Tapi ketika anaknya rajin bersih-bersih, ayahnya biasa-biasa saja, diem-diem aja. Atau ketika anaknya ada merusakkan barang, memecahkan barang, anaknya dimarah-marahin dan dipukulin. Namun, ketika ayahnya juga memecahkan atau merusak barang, ayahnya diem-diem aja.

Senin, 06 Juni 2016

Bisnis barang bekas menguntungkan !


 



Akhir-akhir ini istilah go green menjadi hal yang cukup dicermati oleh masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan kertas yang disinyalir memiliki andil dalam berkurangnya lahan hijau di muka bumi.

Sebagai salah satu benda yang paling sering digunakan oleh umat manusia sejak zaman dahulu kala, kertas menggunakan bahan alami, yaitu salah satu bagian dari kayu pada pohon. Hal inilah yang membuat pemanfaatan kertas diamati secara khusus, karena salah satu penyebab global warming adalah pengurangan lahan hijau seperti hutan. Pada kesempatan kali ini sipendik akan mengulas seputar peluang usaha kertas bekas.

Bisnis Usaha Kertas Bekas

Di berbagai tempat sering dipaparkan mengenai bahaya serta dampak yang terjadi karena pemanfaatan kertas yang berlebihan. Berbagai pihak mulai berlomba-lomba untuk mencari cara agar maasalah kertas ini bisa ditanggulangi. Salah satu cara yang cukup membantu untuk mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan kertas bekas. Ternyata, kertas yang selama ini kita pergunakan baik untuk kepentingan sekolah, perkantoran, dan sebagainya, dapat didaur ulang. Kertas bekastersebut dapat dimanfaatkan menjadi kertas daur ulang bahkan benda-benda siap pakai yang tentunya memiliki nilai tambah.
Hal inilah yang dapat menjadi peluang bisnis bagi Anda. Anda dapat menggeluti peluang usaha ini sebagai penjual kertas bekas. Kertas tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh industri daur ulang kertas atau industri-industri barang siap pakai yang memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan bakunya. Mengingat angka penggunaan kertas sehari-hari sangat tinggi, arus perputaran kertas menjadi cepat. Hal ini membuat perdagangan kertas bekas menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda. Selain berbisnis kertas anda juga bisa mencoba bisnis usaha jual kardus bekas juga bisa sangat membantu dunia dan sekitar kita loh.

Langkah-langkah Persipan Bisnis

1. Tentukan target penjualan kertas bekas Anda. Biasanya, pebisnis kertas bekas akan bekerja sama dengan industri daur ulang kertas atau industri-industri lain yang menggunakan kertas bekas sebagai bahan baku.
2. Jalinlah relasi dengan perusahaan yang banyak menggunakan kertas. Dari sanalah Anda akan memperoleh suplai kertas bekas untuk disalurkan kepada industri daur ulang kertas bekas aau industri lain yang memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan bakunya.
3. Pilihlah tempat usaha yang tepat untuk dijadikan gedung penyimpanan kertas dan tenpat Anda melakukan transaksi jual beli. Pastikan tempat usaha Anda strategis agar proses penyaluran kertas bekas tersebut menjadi lebih mudah dan efektif.
4. Mulailah mempromosikan bisnis kertas bekas Anda dengan langkah-langkah yang tepat dan cerdas sehingga usaha Anda lekas berkembang.


Jurus Jitu Berpromosi

Untuk mempromosikan bisnis Anda perhatikan jurus jitu berikut:
1. Tentukan segmen pasar yang akan dituju. Lakukan pendekatan kepada calon rekanan Anda. Anda dapat mencari terlebih dahulu informasi mengenai industri-industri yang membutuhkan kertas bekas di daerah Anda.

2. Anda dapat mengabarkan bisnis Ana pada kerabat atau temat dekat Anda. Nantinya, mereka akan mempromosikan kepada orang lain dalam cakupan yang lebih luas.

3. Jangan pernah ragu untuk memberikan penawaran harga yang menarik.

4. Berikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Kepuasan yang didapatkan oleh pelanggan akan secara otomatis menghasilkan efek kabar berantai yang sangat menguntungkkan.

5. Jangan ragu untuk bekerja sama dengan para pemungut kertas beka. Mereka dapat menjadi supplier bahan baku yang akan Anda jual ke industri daur ulang kertas atau industri lain yang membutuhkan kertas bekas.

Jumat, 03 Juni 2016

Desain Komunikasi Visual


 
 


Desain Komunikasi Visual biasanya disingkat DKV, Deskomvis atau gaulnya DKVer. DKV merupakan seni berkomunikasi dengan menggunakan bahasa rupa untuk menyampaikan suatu pesan dan disampaikan melalui media yang bertujuan menginformasikan, mempersuasi, mempengaruhi, hingga merubah perilaku sasaran sesuai dengan yang diinginkan.

DKV ini bisa dibilang bagian dari seni rupa tapi yang modern, bukan seni rupa murni. Jadi selama kuliah yang dipelajari adalah seni rupa modern baik itu modelling, fotografi, iklan, ilustrasi, dan masih banyak lagi. mmm gampangnya gini, DKV terdiri dari tiga kata Desain, Komunikasi, dan Visual
1. Desain: perancangan estetika, berdasarkan cita rasa dan kreativitas.
2. Komunikasi: ilmu menyampaikan pesan.
3. Visual berarti dapat dilihat.
Jadi DKV: ilmu yg mempelajari konsep komunikasi untuk menyampaikan pesan/gagasan secara visual melalui media dengan berlandaskan kreatifitas.

Apa beda DKV dengan desain grafis?
Desain Grafis: yg dikerjakan desain artwork suatu karya, hanya memenuhi permintaan klien soal desain, hanya bergelut di komputer grafisnya. DKV: memikirkan juga bagaimana strategi pendekatan suatu desain/seni kepada targetnya, konsep psikologi dan komunikasi suatu desain
Jadi yang dipelajari di DKV selain desain itu sendiri juga psikologi, komunikasi, pemasaran, inovasi dan kreasi, manajemen, dll. DKV itu lebih mengomunikasikan sesuatu lewat grafis sedangkan desain grafis hanya mendesain saja.


Nanti di semester lanjut ada konsentrasi atau pemilihan keahlian, semacam penjurusan lagi. Contoh di ITB mulai semester 6 ada pembagian konsentrasi DKV:
1. Desain Grafis
2. Multi Media
3. Komunikasi Visual Periklanan/Advertising


Nah kalo udah lulus, lapangan kerjanya antara lain: Biro Desain, Biro iklan, Percetakan & penerbitan, Rumah produksi, Animasi, Pertelevisian dll. Untuk mencari kerja, bagi seorang desainer itu yang terpenting adalah portofolionya (desain yang pernah dikerjakan) yang biasanya dilampirkan ketika ngelamar. Atau buka saja usaha sendiri , banyak kok yang mencari jasa design logo , dan lain nya yang berbau desain , karena cukup susah jika membuat desain sendiri. Anak DKV biasanya yang dicari dalam hal desain.

Jurusan DKV antara lain ada di ISI, ITB (masuk FSRD), UM Malang, UNS, Trisakti, Binus, Petra, dll.
Intinya kalo lo merasa dirimu kreatif, memiliki jiwa seni dan berpikiran terbuka... mari gabung ke DKV

Kalau mendengar kata DKV atau Desain Grafis, yang terbayang sudah pasti ialah menggambar dan mendesain. Nah kalau dibayangin, enak juga ya kuliah cuman ngegambar aja. Apalagi zaman sekarang udah modern, ngegambar desain cuman modal laptop aja udah bisa. Selain itu, gak ada yang namanya matematika!


Kerjanya DKV juga keren-keren! Bisa jadi ilustrator; kerja di studio film atau game; buat film animasi; bikin komik; ngedesain logo dan produk perusahaan; buat usaha distro; buat usaha percetakan dsb. Hal tersebut adalah hal-hal umum yang dibayangkan oleh anak SMA yang baru lulus dan sedang mencari kuliah di jurusan DKV (khususnya gue). Namun sayangnya bayangan indah tersebut harus ditempuh melalui jalan yang 180 derajat berbeda dari yang dibayangkan. Expectation and reality are 99% different!


Kuliah DKV itu cuman ngegambar dan ngedesain aja? Ya, gue bisa bilang kalau itu 90% benar. Hanya saja, gak disangka kalau tugasnya banyak dan harus belajar manual dulu! Jadi gak langsung belajar desain pakai Photoshop, Corel Draw dsb. Mata kuliah menggambar manualnya juga lumayan banyak seperti menggambar nirmana, proyeksi, perspektif, ornamen, tipografi dan ilustrasi. Wait! gak berhenti disitu aja, dari setiap mata kuliah menggambar manual tadi selalu ada tugas setiap minggunya.


Kalau dikira-kira, seminggu MINIMAL ada 5 tugas yang harus diselesaikan. Pembuatan tugasnya juga gak bisa sembarangan, karena ada syarat-syarat yang udah ditentukan oleh dosennya. Jadi setelah masuk kuliah DKV, menggambar dan mendesain bukan cuman untuk senang-senang aja, melainkan menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Selasa, 31 Mei 2016

Menentukan Jenis Usaha Secara Tepat



 
Yang paling utama dan penting dalam memilih jenis usaha adalah yang sesuai dengan hoby atau keahlian kita, misalnya kalau kita punya hoby dengan masak atau makan maka gak ada salahnya anda mencoba untuk membuka usaha kuliner atau seperti warung nasi atau restoran, kalau kita punya hoby memelihara binatang maka kita bisa coba untuk bisnis peternakan. 

kalau kita punya hoby shopping online atau browsing internet maka kita bisa belajar di bidang bisnis online, karena dalam dunia online tidak sedikit orang yang mempunyai penghasilan besar dan menjadi sumber mata pencaharianya. dan masih banyak lagi , intinya adalah kita coba memilih jenis bisnis dengan apa yang kita suka sesuai hoby kita masing masing karena kita akan merasa mampu untuk mengelola karena semua itu biasa anda kerjakan sebelum terjun kedunia bisnis dengan memilih jenis bisnis dari apa yang kita bisa dan sukai. Jika anda suka bagian konveksi , buka jasa usaha konveksi di Jakarta . kayanya belum terlalu banyak ada usaha seperti itu.


Agar pembahasan  cara memilih jenis usaha secara tepat tidak terlalu panjang, tanpa banyak bicara lagi, mari kita pelajari hal apa saja yang harus di perhatikan dalam menentukan jenis usaha. Inilah Cara Memilih / Menentukan Jenis Usaha Secara Tepat menurut pengalaman seseorang yang saya ketahui, yaitu dengan:


1. Memperhatikan Lokasi
Jika kita sudah memiliki lokasi yang akan kita jadikan tempat usaha, perhatikan jenis usaha apa saja yang telah didirikan orang lain. Dengan memperhatikan jenis usaha yang telah didirikan orang lain, tentunya kita bisa dengan mudah mengetahui jenis usaha apa saja yang telah di dirikan, sehingga kita bisa mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang telah didirikan oleh orang lain. Tujuannya adalah agar usaha yang akan kita dirikan menempati posisi jenis usaha baru di sekitar lokasi tersebut.
Apabila belum memiliki tempat usaha, tentu kita harus mencari lokasi untuk mendirikan usaha. Dalam mencari lokasi usaha, tentunya kita juga harus memperhatikan lokasi yang akan menjadi tempat usaha. Sebaiknya kita mencari lokasi usaha yang belum ada jenis usaha yang akan di dirikan.


2. Membuat Daftar Bidang Usaha
Tidak ada salahnya jika kita membuat beberapa daftar bidang usaha yang akan kita pilih. Dengan membuat daftar bidang usaha, tentunya kita dapat mengetahui jenis usaha apa saja yang belum banyak didirikan orang lain. Setelah menemukan beberapa daftar bidang usaha, tentukan bidang usaha apa yang paling sesuai dengan lokasi dan kemampuan kita.


3. Mempelajari Bidang Usaha Yang Telah Dipilih
Setelah memilih bidang usaha apa yang akan kita ambil, sebaiknya pelajari lagi bidang usaha yang telah dipilih tersebut sampai kita benar-benar memahaminya. Jika kita berhasil memahaminya, tentunya usaha yang kita pilih bisa dengan mudah kita dirikan. Namun, jika kita kesulitan memahami bidang usaha yang akan kita pilih, sebaiknya kita kembali pada poin kedua, yaitu membuat daftar bidang usaha.


4. Mengontrol keluar masuk barang atau penghasilan dan penerimaan secara tertulis dan terjadwal.
karena dengan cara ini memanage perusahaan atau bisnis kita agar tidak terjadi kejanggalan atau resiko kehilangan dll.


5. dan yang ini sangatlah penting dalam kehidupan kita dan bisnis kita. selalu minta restu atau doa dari orang tua kita. dan tentunya kita harus berdoa kepada tuhan yang maha esa supaya kita di beri kelancaran dan keberhasilan dalam menjalankan busnis kita juga kita jangan lupa untuk bersyukur atas nikmat yang telah tuhan berikan kepada kita.


Senin, 30 Mei 2016

kehidupan berkeluarga


Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh

menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif

dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak

mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik

dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah

merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita

perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita

dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana

mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri. Saya

mendapatkan materi ini dari mengikuti ceramah nya ustad solmed beberapa tahun lalu.

1. Jangan menuruti semua keinginan anak

Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik

anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan

selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua

keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu

berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk

berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri

mereka sendiri.

2. Jangan terlalu banyak melarang

Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya

secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya

kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan

anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan

anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan

anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang

risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.

3. Ajar anak untuk tidak berbohong

Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu

terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala

yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda.

Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak

Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu

contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah

itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul

anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka

melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah

dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya

mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin

terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau

tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi

mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak

semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.

5. Kasih dan perhatian

Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan

perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil

apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang

bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi

juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah

Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya

sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar

dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.

Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang mulia. Jadilah orang tua yang dapat

dibanggakan oleh anak Anda. Didiklah anak Anda dengan baik, maka anak Anda akan memberikan

sukacita bagi Anda dan keluarga.

Kamis, 26 Mei 2016

Memilih Bentuk dan Lokasi Usaha yang tepat

 



Banyak orang mengira, untuk memulai usaha, pertimbangan utama adalah produk yang paling menguntungkan dan risikonya kecil. Seperti jual kardus bekas , menguntungkan tapi resiko nya kecil. Ketahuilah bahwa ada banyak fakta yang akan membuat Anda layak merenung ulang. Simak berikut ini.

1. Pada umumnya semua jenis barang memiliki peluang mencetak keuntungan dan keinginan. Misalnya, Anda mengira bahwa warung makan padang lebih untung dari warung tegal. Persoalannya, jika warung makan padang Anda tidak laku, bisakah Anda untung? Sejak pertengahan 1990-an banyak orang berbondong-bondong membuka bisnis IT (information Technology). “ini adalah bisnis masa depan”, kata mereka. Mengapa selanjutnya bisnis tersebut rontok? Salah satu soalnya adalah pembelinya belum banyak. Sebaliknya banyak orang menjalankan bisnis yang tampaknya sepele, ternyata memberi keuntungan yang memadai, misalnya barang bekas, sampah, dan limbah pabrik. Jadi, permasalahannya bukan pada jenis produk, tetapi pasarnya.

2. Sebagian besar usaha mengalami kebangkrutan bukan disebabkan oleh persaingan, melainkan oleh kekurangmampuan mengelola SDM. Banyak perusahaan bisa tumbuh cepat, kemudian bangkrut.

3. Ada orang yang mengira jika bisnis dimulai dengan hobi akan melaju pesat. Faktanya tidak selalu begitu. Hobi memang membantu Anda untuk mengetahui seluk-beluk kegiatan yang terkait dengan hobi tersebut. Namun, ketika hobi menjadi bisnis, Anda perlu mencermati pola jual-beli yang layak agar bisa menguntungkan usaha Anda.

4. Menjual barang yang murah belum tentu laku. Ini adalah soal nilai yang akan diterima pembeli. Banyak barang yang sangat mahal lebih laku dari pesainganya yang menjual lebih murah.

5. Banyak orang ingin memulai usaha yang belum dilakukan orang lain. Padahal dengan membuka usaha baru yang belum dilakukan orang lain, berarti Anda harus melakukan investasi uang dan waktu yang lebih besar untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang Anda jual bermanfaat bagi konsumen.


Dengan melihat fakta tersebut, Anda kini mendapat gambaran bahwa apabila
sewaktu-waktu mendapat tawaran bisnis yang untungnya sangat tinggi. Jadi, bagaimana cara Anda memilih bisnis yang baru detekuni? 

Beberapa langkah yang layak Anda ambil sebagai berikut:


1. Carilah sesuatu yang menyenangkan Anda. Makanan, pendidikan, perbankan, dll. Tidak usah Anda pikirkan kegiatan itu menguntungkan atau tidak, yang penting Anda memilih sesuatu yang menyenangkan.

2. Pasarnya bagaimana? Jika telah mengumpulkan kegiatan yang menyenangkan, Anda bisa memulai memilih dan kegiatan menyenangkan yang pasarnya benar-benar bagus.

3. Jika Anda sudah memilih dengan hati yang bulat, selanjutnya carilah informasi tentang pesaing Anda. Dengan mengetahui kualitas dan kuantitas pesaing maka Anda bisa mengukur kemampuan Anda mengembangkan usaha.

Memilih Lokasi Usaha
Dalam teori marketing mix (bauran pemasaran), ada 4 hal utama pemasaran, yakni product, price, place, dan promotion, disingkat 4P. Anda harus memiliki kemampuan meramu 4 hal tersebut agar bisa sukses. Jika Anda sudah dapat menentukan produk yang akan dijual maka Anda harus bisa menentukan 3 hal lainnya, yakni harga, lokasi, dan promosi. Produk bermutu tanpa disertai promosi dan harga yang pas akan menyulitkan perkembangan usaha Anda. Place berarti lokasi kantor dan distribusi yang membuat konsumen mudah membelinya. Semakin sulit lokasi dijangkau oleh konsumen maka dibutuhkan promosi yang banyak.

4. Memasarkan Produk Dengan Praktis
Nyawa dari suatu usaha adalah pemasaran. Sebagus apa pun produk yang akan Anda pasarkan, jika produk itu tidak laku, tidak ada artinya bagi perusahaan Anda. Para pengusaha sukses pasti tahu calon pelangganya atau dalam bahasa marketing adalah target market. Bukan hanya target umum, melainkan dirinci, misalnya kalangan muda umur 20-25 tahun, pendidikan sarjana, penghasilan lebih dari Rp 2 juta perbulan, dll. Dengan mengenali calon pelanggan maka Anda akan lebih mudah melakukan teknik promosi agar mereka tertarik membeli produk yang dijual.